Perjalanan Hijrah Nabi Muhammad SAW Di Madinah

By Rinaldy Virgiawan S - 9:32 PM




Selama perjalanan hijrah ke Madinah Rasulullah SAW membangun 4 masjid yan bersejarah. Beliau melakukan perjalanan menunggu tertidurnya pasukan Quraisj yang mengepung rumah beliau, namun dengan beraninya Ali Bin Abu Tholib menggantikan posisi tidurnya Rasulullah SAW. Akhirnya beliau bisa melaksanakan perjalanan hijrah atas perintah Allah SWT. Tahu Muhammad tidak ada ditempat pasukan Quraisj mengejar Rosulullah SAW. saat itu beliu berlindung bersama sahabatnya Abubakar Assidiq r.a. di Jabal Tsur disebelah selatan dari Majidil haram sejauh kurang lebih 6 km. Kaum kafir dalam mengejar Rosulullah Saw. tidak menemukan, maka mereka terus mencari dimana-mana, tetapi tidak dapat menemukannya pula.
Pembesar-pembesar kaum kafir Quraisj telah membuat maklumat dalam keadaan hidup ataupun mati, akan diberi hadiah 100 ekor unta, dengan demikian nafsu mengejar Muhammad semakin besar. Sebenarnya kaum kafir Quraisj sudah sampai di gua Jabal Tsur, mereka mendapatkan gua tersebut tertutup dengan sarang laba-laba, dan nampak disitu burung merpati yang sedang menelor disarangnya. Dengan melihat kadaaan tersebut Nabi Muhammad saw. tidak mungkin bersembunyi di gua tersebut. Hati sahabat Abubakar Assidiq r.a. cemas dan gelisah kemudian turunlah Wahyu Allah surat Attaubah ayat 40.
Setelah orang kafir Quraisj pergi beberapa hari kemudian Nabi Muhammad saw. dan sahabatnya meneruskan perjalanan ke Madinah.

      1. Masjid Quba :

Quba adalah desa yang letaknya 5 km dari Madinah, waktu di Quba Nabi menempati rumah Kalsum bin Hadam dari kabilah amr bin Auf, kedatangan beliau pada hari senin tanggal 12 Robiul Awal tahun ke 13 kenabiannya atau tahun 53 dari kelahiran beliau. Di Quba inilah beliau mendirikan Masjid pertama yang didirikan oleh Rasulullah saw. dan Masjid ini pula disebutkan dalam kitab suci Al Qur'an dengan nama Masjid Taqwa (dalam surat Attaubah ayat 108).
"Sesungguhnya masjid yang didirikan diatas dasar Taqwa sejak hari pertama didirikan itu, lebih patut di dalamnya engkau berdiri shalat. didalamnya masjid itu ada orang yang suka supaya dirinya bersih, sedang Allah bersih kepada orang bersih:"
Masjid Quba ini berdiri diatas sebidang tanah milik Kalsum bin Hadam batu pertama diletakkan oleh nabi sendiri. Masjid Quba ini dibangun Rasululah saw. 2 kali pertama ketika kiblatnya menghadap ke Baitulmagdis dan kedua ketika kiblatnya menghadap ke Baitullah. Dalam membangun Masjid Quba beliau dibantu oleh Malaikat Jibril. Di Masjid ini pula pertama kali diadakan shalat berjamaa'ah secara terang-terangan.
Keistimewan masjid Quba ini pernah Rasullulah saw. bersabda :
"Barang siapa telah berwudlu dirumahnya kemudian berkunjung ke Masjid Quba, lalu shalat maka akan mendapat pahalanya seperti pahala mengerjakan ibadah umrah ".


      2. Masjid Jum'at :

Letaknya disebelah kiri jalan bila orang pergi ke Masjid Quba dari kota Madinah kurang lebih 4 km. Masjid ini diberi nama masjid Jum'at karena setelah Rasululah saw. istirahat 14 hari di Quba dan melanjutkan perjalanan hijrah menuju jastrib (kota Madinah sekarang) beliau sampat dikelurga Bani Amr bin Auf di Wadi Ranuna, karena kebetulan hari itu hari Jum'at dan beliau melakukan sholat berjamah bersama-sama dengan penduduk kampung tersebut.
Karena peristiwa tersebut pertama kalinya Rasulullah saw dengan penduduk Madinah melaksanakan shalat Jum'at, akhirnya diberi nama Masjid tersebut masjid Jum'at karena terletak di Wadi Ranuna hingga diberi nama Masjid Wadi.

      3. Masjid Nabawi

Waktu Rasulullah saw. masuk Madinah banyaklah kaum Anshor yang menawari rumah tempat beristirahat, namun Rasulullah saw. senantiasa menjawab dengan bijaksana..
Rasulullah memerintahkan untanya untuk berjalan dan bilamana unta tersebut berhenti itulah tempat tinggal Nabi Muhammad saw. Akhirnya unta Nabi Muhammad saw. berhenti di tanah milik kedua anak yatim bernama Sahal dan Suhail kedua-duanya anak Amr bin Amarah dibawah asuhan Mu'adz bin Afta kemudian beliau dipersilahkan olah Abu Ayub Anshori untuk tinggal dirumahnya.
Setelah beberapa bulan Nabi muhammad saw. bertempat tinggal di Madinah, maka beliau merencanakan mendirikan masjid, diatas sebagian kebun milik As'ad bin Zurarah, sebagian tanah kepunyaan kedua anak yatim tadi dan sebagian tanah kuburan musyrikin yang telah rusak. Tanah kepunyaan kedua anak yatim tadi dibeli Abu Bakar r.a. sedangkan tanah kuburan serta milik As'ad bin Zurarah hanya diserahkan sukarela sebagai wakaf.
Yang meletakan batu pertama adalah Nabi sendiri sedangkan masjid tersebut kiblatnya menghadap ke Baitulmaqdis (sebab waktu itu perintah Allah supaya menghadap ke Baitullah belum diturunkan).
Disisi masjid tersebut dibangun tempat kediaman nabi dan keluarganya dan dibangun tahun ke 1 H.
Tentang pentingnya shalat di masjid Nabawi Nabi bersabda :
" Shalat di masjidku lebih utama dari seribu SHALAT ditempat lainnya, kecuali masjid Haram Dan shalat di Masjidil haram lebih utama 100.000 shalat ditempat lainnya. (riwayat Imam Ahmad)

     4. Masjid Qiblatain :


Masjid tersebut mula-mula dikenal dengan nama Masjid Bani Salamah, letaknya di tepi jalan menuju ke kampus universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqi.
Pada permulaan Islam, orang melakukan shalat dengan menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis di yerusalem / Palestina. pada tahun ke 11 hijrah hari Senin bulan Rajab waktu Rasulullah saw. sedang melakukan shalat dhuhur di Masjid Bani Salamah ini. tiba tiba turunlah ayat dari surat Al Baqoroh ayat 144.
Dalam shalat dhuhur tersebut mula-mula Rasuluyllah saw. menghadap ke arah Masjidil Aqsa, tetapi setelah turun ayat yang artinya
"Sungguh kami (sering) melihat mukamu menengadah kelangit, maka sungguh kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu kearah Masjidil Haram dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu kearahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya, dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan"
Setelah ayat tersebut turun beliau menghentikan sementara, kemudian meneruskan shalat dengan memindahkan arah menuju ke Masjidil Haram.
Dengan terjadinya peristiwa tersebut akhirnya diberi nama Masjidil Qiblaitain yang berarti Masjid berkiblat dua.
Dari penjelasan diatas bahwa Nabi Muhammad saw selalu mengingat akan keberadaan masjid dimana kita berada dan bertempat tinggal kita juga harus mengingat masjid.
Sebenarnya penulis ingin meriwayatkan keberadaan masjid di jaman Rasulullah, namun penulis hanya bercerita masjid yang bersejarah dalam perjalanan Rasulullah saw. melaksanakan hijrah sampai ke kota Madinah.
Wassalam

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar

Komentar yang baik baik yaa :)
Berikan Saran dan Kritik untuk blog ini ya, supaya blog ini tambah maju . .